adalah perintah-perintah khusus yang di tujukan ke preprocessor......
Semua preprocessor directives dimulai dengan tanda #. Karena
preprocessor adalah perintah untuk preprocessornya C++ maka preprocessor directives
tidak diakhiri dengan titik koma (;). Preprocessor directives ini akan mengubah program
pada saat dikompile saja, jadi perubahannya hanya bersifat sementara sementara. Setelah
selesai maka program akan kembali seperti semula.
Ada beberapa perintah preprocessor di antaranya :
1. #define directive
Dipakai untuk mendefinisikan suatu identifier dari suatu karakter string yang
disubstitusikan ke identifier tersebut (macro substitution) setiap kali dijumpai dalam
program.
2. #include Preprocessor Directive
#include preprocessor directive menyisipkan suatu text file yang ada di disk ke
dalam program. Format dari #include preprocessor directive adalah:
#include
atau
#include “nama_file”
Text file yang disisipkan dapat apa saja namun umumya yang disisipkan adalah Header
file. Header file ini akan memberi informasi kepada kompiler C++ bagaimana meng-
interpretasikan fungsi-fungsi library yang akan dipakai.
3. #if, #else dan #endif Preprocessor Directive
Antara kompiler yang satu dengan kompiler yang lainnya dapat menggunakan
nama yang berbeda untuk suatu header file yang definisinya hampir sama.
Misal header file alloc.h pada Borland C++ adalah hampir ekivalen dengan header file malloc.h pada
Microsoft C++. Jadi kita perlu sarana untuk menentukan header file yang mana yang
harus disisipkan pada saat program dikompile.........

